Selasa, 04 Oktober 2016

Resensi cerpen (Arum Nadia Hafifi)

RESENSI CERPEN
A.   Identitas Cerpen:
1. Judul cerpen : Persahabatan Yang Hancur Karena Cinta
2. Pengarang     : Arum Nadia Hafifi
3. Penerbit         : -
4. Tebal Buku     : 3 halaman
5. Cetakkan        : -
6. Penerjemah   : -
7. Cerpen yang diresensikan  : -
B.   Pendahuluan (Pengarang) :
     Arum seorang Siswi yang lahir di Jakarta, 29 maret 1997 .
C.   Isi cerpen (Sinopsis) :
       Amel dan Arum adalah seorang sahabatsejak beranjak di bangku SMP, ketika Amel beranjak masuk di bangku SMA Amel pun bertemu seorang pujaan hatinya yang sangat iya sukai yaitu Nino. Ketika Amel duduk di bangku SMAia pun dipertemukan kembali oleh Arumteman semasa SMP, saat Amel diam-diam menyukai si Nino dimana Amel yang selalu mencari perhatian nya dan suatu hari ternyata Arum lebih dekat dengan si Nino ini, Amel pun merasa cemburu ketika melihat merekaselalu bersama berduaan.
   Akhirnya Amel pun memberanikan diri untuk bercerita kepada Arum tentang perasaan nya kepada Nino, saat Arum sudah mengetahui itu semua, Amel tidak sengaja melihat Arum dan Nino sedang mengobrol serius berdua di Taman Sekolah. Ternyata diam-diam Arum pun menyukai si Nino ini, cowo yang selama ini di sukai oleh sahabat nya sendiri si Amel, tapi kenapa Arum tega menyembunyikan ini semua kepada Amel? Dan ternyata setelah Amel selidiki mereka berdua, Nino pun sedang menembak si Arum ini jelas-jelas Amel sudah menyatakan kalau Amel itu menyukai Nino. Tapi kenapa Arum tega sampai akhirnya mereka berdua jadian juga, padahal Arum sudahjelas-jelas tau.
   Mulai dari sinilah persahabatn mereka ini hancur dan satu sama lain akhirnya menjadi diam-diaman untuk waktu yang cukup lama.
D.  Analisis Unsur
1. Intrinsik :
a. Tokoh:
         1. Arum
         2. Amel
         3. Nino
b. Perwatakan:
         1. Amel : Penyabar, Penyayang, Friendly
         2. Arum : Egois, Munafik, Mementingkan diri           sendiri
          3. Nino : Penyayang
c. Alur:
         1. Waktu: Siang hari
         2. Suasana: Tegang,menyenangkan,amarah
         3. Tempat: Taman Sekolah, Kelas, Sekolah, Balik pohon
d. Tema: Karena cinta persahabatan pun berakhir dengan kekecewaan
e. Sudut Pandang: Peran utama
f. Amanat: Cinta bisa merubah semua nya menjadi lupa akan semuanya, sehingga persahabatan pun bisa hancur dengan adanyacinta, saling menghargai satu sama lain, apalagi sama temansendiri. Jaga kepercayaan dari teman itu sangat penting, danhindari rasa munafik.
2. Ekstrinsik :
a. Nilai Moral: Menghargai orang lain, jujur, dan menjaga kepercayaanorang lain juga penting.
b. Nilai  Budaya: -
c. Nilai Sosial: Menghargai orang lain, merelekan
E.    Kekurangan & Kelebihan :
- Kekurangan : Di akhir ceritanya terlalu menggantung dan mungkinmasih bisa di buat kelanjutan nya.
- Kelebihan    : Mungkin di cerita ini, cerpen tersebut lebih jelas dalampembagian karakter dan cukuplumayan baik bahasa dankalimat nya didalam cerpen tersebut. Sehingga lebihmudah di pahami dan di cerna dengan baik.

Resensi novel Darwis Tere Liye

Judul novel     : Rindu
Pengarang      : Darwis Tere Liye
Penerbit         : Republika
Tahun terbit  : 2014
Tebal buku     : 544 halaman

Sinopsis

“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlahmilik kami?

Apalah arti kehilangan, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yangseharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.

”Novel ini bercerita tentang perjalanan panjang sebuah kerinduan. Perjalanan kerinduan yang membawa banyak hal yang terbeban di hati. Mulai dari bagaimana ia menghadapi perjalanan dengan penuh dosa di masa lalu. Lalu seseorang yang melakukan perjalanannya dengan penuh kebencian. Ada punya dia yang kehilangan cintanya menjadi sebab mengapa ia melakukan perjalanan ini.

Cerita berlatar waktu pada masa pemerintahan HindiaBelanda. Yakni pada masa ketika Belanda masih menduduki Indonesia. Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda memberikan layanan perjalanan haji untuk rakyat pribumi yang memiliki cukup uang. Perjalanan dilakukan lewat laut yakni menggunakan kapal uap besar yang merupakan perkembangan teknologi transportasi tercanggih pada masa itu. Salah satu kapal yang beroperasi untuk melakukan perjalanan haji ini adalah Blitar Holland. Di kapal besar inilah segala kisahnya dimulai.

Tere Leye meracik cerita dengan begitu menarik. Belum lagi dengan nuansa latar yang berbeda sepertikehidupan di atas kapal uap besar. Di atas kapal juga terjadi interaksi sosial antar penumpang kapal. Juga terdapat fasilitas-fasilitas umum seperti kantin, masjid, dan tukang jahit kapal.

Diceritakan mengenai keluarga Daeng Andipati yang terdiri orang tua, seorang pembantu rumah tangga, serta dua anak yang mengikut perjalanan haji ini, yakni Anna dan Elisa. Mereka menjalani lamanya waktu perjalanan haji dengan riang gembira. Seakan tidak pernah mengerti tentang apa yang terpendam di hati Daeng, ayah mereka.

Ada pula tokoh yang bernama Ambo Uleng. Dia adalah seorang pelaut. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas lautan. Ambo Uleng rupanya menuruni sifat ayahnya yang seorang pelaut juga. Ia menaiki kapal Blitar Holland tidak dengan tujuan apapun. Tidak untuk bekerja, mengumpulkan uang, atau apapun. Ia hanya ingin pergi sejauh-jauhnya meninggalkan tanah Makassar yang ia jalani melalui kisah pilunya.

Di sisi lain, ada seorang keturunan Cina. Ia sering mengajari ngaji anak-anak di mushola kapal sepanjang perjalanan haji. Anak-anak biasa memanggilnya Bonda Upe. Bonda Upe ini rupanya sedang memendam masa lalunya sebelum memeluk Islam. Hingga tiap malam ia selalu menangisi dosa-dosanya yang dulu.

Dari sini pula diceritakan Gurutta Ahmad Karaeng, ulama tersohor asal Makassar yang mengikuti perjalanan haji. Beliau rutin melaksanakan solat berjamaah bersama penumpang lain. Secepat itu pula Gurutta meminta izin kepada kapten untuk mengadakan pengajian di atas kapal. Beliau adalah sosok yang selalu memberikan jawaban terbaik atas pertanyaan orang-orang. Namun ternyata ia sendiri telah memendam lama sebuah pertanyaan yang tak mampu seorang pun menjawab.

Kelebihan dan kekurangan buku:

Adapun kelebihan buku ini adalah alur ceritanya yang begitu menarik dan mengalir untuk dibaca. Juga menyajikan nuansa latar yang berbeda. Yakni peristiwa kehidupan yang terjadi di atas kapal ibarat kapal uap besar itu adalah sebuah kampung. Sedang kekurangan buku ini terletak pada sampul buku yangkurang begitu menarik. Tidak sebanding dengan isinya yang begitu menarik untuk dibaca.