RESENSI CERPEN
A. Identitas Cerpen:
1. Judul cerpen : Persahabatan Yang Hancur Karena Cinta
2. Pengarang : Arum Nadia Hafifi
3. Penerbit : -
4. Tebal Buku : 3 halaman
5. Cetakkan : -
6. Penerjemah : -
7. Cerpen yang diresensikan : -
B. Pendahuluan (Pengarang) :
Arum seorang Siswi yang lahir di Jakarta, 29 maret 1997 .
C. Isi cerpen (Sinopsis) :
Amel dan Arum adalah seorang sahabatsejak beranjak di bangku SMP, ketika Amel beranjak masuk di bangku SMA Amel pun bertemu seorang pujaan hatinya yang sangat iya sukai yaitu Nino. Ketika Amel duduk di bangku SMAia pun dipertemukan kembali oleh Arumteman semasa SMP, saat Amel diam-diam menyukai si Nino dimana Amel yang selalu mencari perhatian nya dan suatu hari ternyata Arum lebih dekat dengan si Nino ini, Amel pun merasa cemburu ketika melihat merekaselalu bersama berduaan.
Akhirnya Amel pun memberanikan diri untuk bercerita kepada Arum tentang perasaan nya kepada Nino, saat Arum sudah mengetahui itu semua, Amel tidak sengaja melihat Arum dan Nino sedang mengobrol serius berdua di Taman Sekolah. Ternyata diam-diam Arum pun menyukai si Nino ini, cowo yang selama ini di sukai oleh sahabat nya sendiri si Amel, tapi kenapa Arum tega menyembunyikan ini semua kepada Amel? Dan ternyata setelah Amel selidiki mereka berdua, Nino pun sedang menembak si Arum ini jelas-jelas Amel sudah menyatakan kalau Amel itu menyukai Nino. Tapi kenapa Arum tega sampai akhirnya mereka berdua jadian juga, padahal Arum sudahjelas-jelas tau.
Mulai dari sinilah persahabatn mereka ini hancur dan satu sama lain akhirnya menjadi diam-diaman untuk waktu yang cukup lama.
D. Analisis Unsur
1. Intrinsik :
a. Tokoh:
1. Arum
2. Amel
3. Nino
b. Perwatakan:
1. Amel : Penyabar, Penyayang, Friendly
2. Arum : Egois, Munafik, Mementingkan diri sendiri
3. Nino : Penyayang
c. Alur:
1. Waktu: Siang hari
2. Suasana: Tegang,menyenangkan,amarah
3. Tempat: Taman Sekolah, Kelas, Sekolah, Balik pohon
d. Tema: Karena cinta persahabatan pun berakhir dengan kekecewaan
e. Sudut Pandang: Peran utama
f. Amanat: Cinta bisa merubah semua nya menjadi lupa akan semuanya, sehingga persahabatan pun bisa hancur dengan adanyacinta, saling menghargai satu sama lain, apalagi sama temansendiri. Jaga kepercayaan dari teman itu sangat penting, danhindari rasa munafik.
2. Ekstrinsik :
a. Nilai Moral: Menghargai orang lain, jujur, dan menjaga kepercayaanorang lain juga penting.
b. Nilai Budaya: -
c. Nilai Sosial: Menghargai orang lain, merelekan
E. Kekurangan & Kelebihan :
- Kekurangan : Di akhir ceritanya terlalu menggantung dan mungkinmasih bisa di buat kelanjutan nya.
- Kelebihan : Mungkin di cerita ini, cerpen tersebut lebih jelas dalampembagian karakter dan cukuplumayan baik bahasa dankalimat nya didalam cerpen tersebut. Sehingga lebihmudah di pahami dan di cerna dengan baik.
Selasa, 04 Oktober 2016
Resensi cerpen (Arum Nadia Hafifi)
Resensi novel Darwis Tere Liye
Judul novel : Rindu
Pengarang : Darwis Tere Liye
Penerbit : Republika
Tahun terbit : 2014
Tebal buku : 544 halaman
Sinopsis
“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlahmilik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yangseharusnya suci dan tidak menuntut apapun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.
”Novel ini bercerita tentang perjalanan panjang sebuah kerinduan. Perjalanan kerinduan yang membawa banyak hal yang terbeban di hati. Mulai dari bagaimana ia menghadapi perjalanan dengan penuh dosa di masa lalu. Lalu seseorang yang melakukan perjalanannya dengan penuh kebencian. Ada punya dia yang kehilangan cintanya menjadi sebab mengapa ia melakukan perjalanan ini.
Cerita berlatar waktu pada masa pemerintahan HindiaBelanda. Yakni pada masa ketika Belanda masih menduduki Indonesia. Pada masa itu, pemerintah Hindia Belanda memberikan layanan perjalanan haji untuk rakyat pribumi yang memiliki cukup uang. Perjalanan dilakukan lewat laut yakni menggunakan kapal uap besar yang merupakan perkembangan teknologi transportasi tercanggih pada masa itu. Salah satu kapal yang beroperasi untuk melakukan perjalanan haji ini adalah Blitar Holland. Di kapal besar inilah segala kisahnya dimulai.
Tere Leye meracik cerita dengan begitu menarik. Belum lagi dengan nuansa latar yang berbeda sepertikehidupan di atas kapal uap besar. Di atas kapal juga terjadi interaksi sosial antar penumpang kapal. Juga terdapat fasilitas-fasilitas umum seperti kantin, masjid, dan tukang jahit kapal.
Diceritakan mengenai keluarga Daeng Andipati yang terdiri orang tua, seorang pembantu rumah tangga, serta dua anak yang mengikut perjalanan haji ini, yakni Anna dan Elisa. Mereka menjalani lamanya waktu perjalanan haji dengan riang gembira. Seakan tidak pernah mengerti tentang apa yang terpendam di hati Daeng, ayah mereka.
Ada pula tokoh yang bernama Ambo Uleng. Dia adalah seorang pelaut. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas lautan. Ambo Uleng rupanya menuruni sifat ayahnya yang seorang pelaut juga. Ia menaiki kapal Blitar Holland tidak dengan tujuan apapun. Tidak untuk bekerja, mengumpulkan uang, atau apapun. Ia hanya ingin pergi sejauh-jauhnya meninggalkan tanah Makassar yang ia jalani melalui kisah pilunya.
Di sisi lain, ada seorang keturunan Cina. Ia sering mengajari ngaji anak-anak di mushola kapal sepanjang perjalanan haji. Anak-anak biasa memanggilnya Bonda Upe. Bonda Upe ini rupanya sedang memendam masa lalunya sebelum memeluk Islam. Hingga tiap malam ia selalu menangisi dosa-dosanya yang dulu.
Dari sini pula diceritakan Gurutta Ahmad Karaeng, ulama tersohor asal Makassar yang mengikuti perjalanan haji. Beliau rutin melaksanakan solat berjamaah bersama penumpang lain. Secepat itu pula Gurutta meminta izin kepada kapten untuk mengadakan pengajian di atas kapal. Beliau adalah sosok yang selalu memberikan jawaban terbaik atas pertanyaan orang-orang. Namun ternyata ia sendiri telah memendam lama sebuah pertanyaan yang tak mampu seorang pun menjawab.
Kelebihan dan kekurangan buku:
Adapun kelebihan buku ini adalah alur ceritanya yang begitu menarik dan mengalir untuk dibaca. Juga menyajikan nuansa latar yang berbeda. Yakni peristiwa kehidupan yang terjadi di atas kapal ibarat kapal uap besar itu adalah sebuah kampung. Sedang kekurangan buku ini terletak pada sampul buku yangkurang begitu menarik. Tidak sebanding dengan isinya yang begitu menarik untuk dibaca.
Selasa, 27 September 2016
pengertian, struktur, dan kaidah teks editorial
- Pengertian Teks Editorial
Teks editorial adalah teks yang berisi pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu/masalah aktual. Isu tersebut meliputi masalah politik, sosial, ataupun masalah ekonomi yang memiliki hubungan secara signifikan dengan politik. Teks jenis ini secara teratur muncul di koran atau majalah. Dalam mengungkapkan pendapat harus dilengkapi dengan fakta, bukti-bukti, dan alasan yang logis agar dapat diterima oleh pembaca atau pendengar.
- Struktur Teks Editorial
Sebuah teks editorial/opini memiliki struktur teks yang sama dengan struktur yang membangun teks eksposisi, yaitu pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan/penegasan ulang pendapat (reiteration). Untuk lebih jelasnya lihat lah dibawah ini.
Pernyataan pendapat (thesis), bagian ini berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Istilah ini mengacu ke suatu bentuk penryataan atau bisa juga sebuah teori yang nantinya akan diperkuat oleh argumen.
Argumentasi = merupakan pendukung yang akan memperkuat opini yang hendak disampaikan. Pendukung berupa fakta-fakta tentang topik yang diangkat sehingga memberi nilai objektivitas pada tulisan daripada sekadar opini belaka. Pada bagian ini penulis berusaha meyakinkan pembaca bahwa apa yang dikemukakan itu benar.
Pernyataan ulang pendapat (reiteration) = merupakan bagaian akhir teks opini yang berisi penegasan kembali pendapat yang telah dikemukakan agar pembaca atau pendengar semakin yakin dengan pandangan kalian tersebut (terkadang juga terdapat argument yang disertai saran).
- kaidah kebahasaan teks editorial
Adverbia adalah bahasa yang dapat mengekspresikan sikap eksposisi. Agar dapat meyakinkan pembaca, diperlukan ekspresi kepastian, yang bisa dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, seperti selalu, biasanya, sebagian besar waktu, sering, kadang-kadang, jarang, dan lainnya.
2. Konjungsi
Konjungsi adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, serta kalimat dengan kalimat.
Konjungsi yang banyak dijumpai pada teks opini adalah konjungsi yang digunakan untuk menata argumentasi, seperti pertama, kedua, berikutnya, dan sebagainya; atau konjungsi yang digunakan untuk memperkuat argumentasi, seperti bahkan, juga, selain itu, lagi pula, sebagai contoh, misalnya, padahal, justru dan lain-lain; atau konjungsi yang menyatakan hubungan sebab akibat, seperti sejak, sebelumnya, dan sebagainya; konjungsi yang menyatakan harapan, seperti agar, supaya, dan sebagainya.
3. Kosakata
Kosakata adalah perbendaharaan kata-kata. Supaya teks opini mampu meyakinkan pembaca, diperlukan kosakata yang luas dan menarik. Biasanya konten teks opini yang menarik tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut.
Aktual : sedang menjadi pembicaraan orang banyak atau baru saja terjadi.
Fenomenal : luar biasa, hebat, dan dapat dirasakan pancaindra.
Editorial : artikel dalam surat kabar yang mengungkapkan pendirian editor atau pemimpin surat kabar.
Imajinasi : daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan).
Modalitas : cara pembicara menyatakan sikap terhadap suatu situasi dalam komunikasi antar pribadi (barangkali, harus, dan sebagainya).
Nukilan : kutipan atau tulisan yang dicantumkan pada suatu benda.
Tajuk Rencana : karangan pokok dalam surat kabar.
Teks Opini : teks yang merupakan wadah untuk mengemukakan pendapat atau pikiran.
Keterangan Aposisi : keterangan yang memberi penjelasan kata benda. jika ditulis, keterangan ini diapit tanda koma atau tanda pisah atau tanda kurung.
Keterangan Pewatas : keterangan tambahan yang memberi keterangan kata benda, tetapi tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan seperti kata keterangan aposisi.
4.Verba
Di materi ini kita diperkenalkan verba baru lagi yaitu Verba Material , Verba Mental, dan Relasional.
verba material adalah kata kerja yang menunjukan aktifitas fisik yang dapat dilihat secara nyata contohnya menari,membaca, dan menulis. struktur kalimat dari verba material adalah
Subjek(aktor) + Verba Material + objek(sasaran)
- Contoh kalimat :
Ibu memasak nasi
Kata Ibu sebagai Subjek(aktor), memasak sebagai verba materialnya, dan nasi adalah sebagai objek(sasaran).
verba relasional lebih menekankan pada verba atau kata kerja yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan pelengkap. kalimat yang mengandung verba relasional harus memiliki pelengkap, jika tidak maka kalimatnya akan terlihat rancu. struktur kalimat dari verba relasional adalah :
Subjek + Verba relasional + pelengkap
- Contoh Kalimat :
Kakak merupakan anak tertua
Kakak sebagai Subjek, merupakan sebagai verba relasional, dan anak tertua merupakan pelengkap yang harus ada.
verba mental adalah verba yang digunakan untuk mengajukan klaim.
- Contoh :
+ Banyak orang tua yang merasa khawatir terkena demam
+ Menurut pendapat saya, pengedaran narkoba di indonesia sudah dikategorikan siaga satu.
teks editorial
Senin, 22 Agustus 2016
Contoh surat lamaran pekerjaan
CONTOH SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Bojonegoro, 16 agustus 2016
Kepada
Yth. Bapak/Ibu Pimpinan cccomputer
Jl. Kusuma bangsa, Hi-Tech mall
Surabaya. Lt. Dasar A-23
Hal : Lamaran Pekerjaan
Dengan hormat,
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama : Anisa Khusnul Hidayah
Tempat, Tanggal Lahir : Bojonegoro, 04 september 1999
Usia : 18 tahun
Pendidikan Terakhir : SMK N 1 BAURENO
Alamat Asal : ds. Pejok kec. Kepohbaru kab. Bojonegoro
Telepon : 08522703xxxxx
Berdasarkan Info Kerja yang dimuat di Website dan Informasi di Koran Mingguan, saya bermaksud mengajukan lamaran kerja pada perusahaan yang Bapak/Ibu pimpin untuk menempati posisi sebagai karyawan. Dengan bekal kemampuan yang saya miliki diantaranya mampu mengoperasikan komputer,Teknisi Komputer, Troubleshooting Hardware,Instalasi Hardware dan Software, Microsoft Word,Exel dan lain-lain. Saya dapat bekerja keras, rajin dan jujur, dapat bekerja secara mandiri maupun tim.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan beberapa berkas sebagai berikut:
1. Foto Copy Ijazah terakhir
2. Daftar Riwayat Hidup
3. Foto Copy KTP
4. Foto ukuran 3 x 4 = 2 lembar
5. Sertifikat Ketrampilan Khusus
Demikian surat permohonan pekerjaan ini saya buat dengan sebenar-benarnya. Besar harapan saya untuk dapat diterima di perusahaan yang Bapak / Ibu pimpin. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Ttd
Anisa Khusnul Hidayah